Tulisan ini murni berdasarkan pengalaman saya saat mengikuti SNMPTN
2013. Alhamdulillah di SNMPTN 2013 saya diterima di Universitas
Indonesia program studi Ilmu Politik. Saya berasal dari SMAN 7
Banjarmasin jurusan IPA. Jadi, saya lintas jurusan saat SNMPTN, hehe.
SNMPTN yang memiliki kepanjangan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi
Negeri ini selalu menjadi isu hangat di semester genap karena proses
seleksinya yang terkesan tertutup dan indikator penilaiannya tidak
diberitahukan secara jelas. Namun, berdasarkan pengalaman-pengalaman
yang ada, kita dapat mempelajari apa saja yang diperhitungkan dalam
SNMPTN sehingga kita bisa memilih jurusan yang tepat agar bisa diterima.
Berikut tips yang pernah saya ketahui dan pernah saya jalani untuk
disampaikan kepada para pembaca:
1. Pelajari betul-betul Informasi Resmi dari Panitia Pusat Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014.Sangat
banyak informasi bertebaran untuk menjelaskan SNMPTN baik itu di blog,
twitter, facebook, dll. Namun, perlu saya ingatkan ke kawan-kawan bahwa
informasi resmi hanya ada pada website SNMPTN: http://snmptn.ac.id, dan panduan SNMPTN 2014 yang bisa diunduh dihttp://humas.ui.ac.id/SNMPTN2014.
Jika ada informasi diluar sumber informasi tersebut yang bertentangan
dengan isi sumber utama itu, maka jangan langsung dipercaya dan lebih
baik langsung konfirmasi ke panitia SNMPTN.
2. Jika ada hal-hal yang meragukan dan ingin mengetahuinya, jangan takut untuk langsung menghubungi Call Center SNMPTN 2014.Ini
yang banyak menjadi masalah bagi peserta SNMPTN. Kebanyakan dari mereka
banyak yang menelan begitu saja informasi-informasi yang tidak
bertanggungjawab hingga membingungkan mereka sendiri. SNMPTN telah
menyediakan Call Centernya di http://halo.snmptn.ac.id/ dan panitia lokal SNMPTN di masing-masing PTN bisa dilihat di http://snmptn.ac.id/callcenter.html.
Jangan takut untuk menghubungi Call Center tersebut karena mereka hadir
juga untuk melayani kawan-kawan jika ada hal-hal yang ingin ditanyakan.
Berkaca pada pengalaman saya tahun 2013 yang lalu, saya sering sekali
menghubungi Call Center SNMPTN baik itu Call Center pusat maupun Call
Center yang ada di UI untuk menanyakan hal-hal yang simpang siur dan
Alhamdulillah saya bisa mendapatkan informasi yang jelas dan pasti.
3. Perhatikan urutan pilihan di SNMPTN.SNMPTN 2014 memiliki ketentuan sebagai berikut:
- Setiap siswa pelamar dapat memilih sebanyak-banyaknya 2 (dua) PTN. Apabila memilih 2 (dua) PTN, maka salah satu PTN harus berada di provinsi yang sama dengan SMA asalnya, atau dari provinsi terdekat bila belum terdapat PTN pada provinsi asalnya. Apabila memilih satu PTN, maka PTN yang dipilih dapat berada di provinsi mana pun.
- Siswa pelamar dapat memilih sebanyak-banyaknya 3 (tiga) program studi dengan ketentuan satu PTN maksimal 2 (dua) program studi.
Dari ketentuan tersebut dapat dipahami bahwa kawan-kawan hanya bisa
memilih maksimal 3 program studi di 2 Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Saran saya, perhatikan benar-benar urutan prodi yang kawan-kawan pilih.
Urutkan berdasarkan keketatan atau passing grade -passing grade
sebenarnya tidak ditentukan oleh PTN tapi oleh bimbingan belajar
(bimbel), namun tidak apa-apa untuk dijadikan acuan- karena mekanisme
seleksi SNMPTN 2014 adalah :
- Siswa pelamar diseleksi di PTN pilihan pertama berdasarkan urutan pilihan program studi.
- Siswa yang memilih dua PTN, apabila dinyatakan tidak lulus pada PTN pilihan pertama, maka akan diseleksi di PTN pilihan kedua berdasarkan urutan pilihan program studi danketersediaan daya tampung.
Dengan mekanisme tersebut, kita bisa menjawab pertanyaan “Apakah kampus X tidak mau ditempatkan dipilihan kedua?”. Jawabannya
adalah bukannya tidak mau, tapi pilihan tersebut sudah penuh terisi
oleh yang memilih prodi di kampus X tersebut pilihan pertama. Jadi,
walaupun nilai kita bagus dan kita tidak lulus di pilihan 1, meskipun
berpotensi lulus di pilihan 2, jika kuota di pilihan 2 tersebut sudah
penuh terisi oleh yang menempatkannya di pilihan 1, maka orang tersebut
tetap saja tidak bisa lulus di pilihan 2 karena ketersediaan daya
tampung sudah tidak ada. Jadi, perhitungkan benar-benar ya urutan
pilihan di SNMPTN.
4. Kalau bisa, jangan sampai ada pesaing yang memilih program studi yang sama dan PTN yang sama dalam satu sekolah.Informasi
ini saya dapatkan dari seorang mahasiswa UI ketika saya masih berada di
SMA. Jadi, menurut kakak tersebut, kalau bisa dalam satu sekolah
–apalagi alumni sekolah di PTN nya tersebut masih sedikit orangnya-
jangan sampai ada yang memilih program studi/jurusan dan PTN yang sama
dengan kita. Kalaupun ada, pastikan nilai dia lebih rendah dari nilai
kita. Jadi, misalnya saya memilih Ilmu Politik UI, maka saya harus
memastikan teman seangkatan saya di sekolah, tidak ada yang memilih Ilmu
Politik UI juga atau kalaupun ada, saya harus memastikan bahwa nilainya
lebih rendah dari saya.
5. Nilai rapor sebaiknya konsisten cenderung meningkat.Banyak
kejadian orang pintar tidak lulus SNMPTN dan yang biasa-biasa saja
lulus SNMPTN. Hal ini salah satunya disebabkan karena SNMPTN juga
memperhitungkan konsistensi nilai. Nilai rapor diharapkan cenderung
meningkat di tiap semesternya termasuk nilai per mata pelajarannya. Jadi
walaupun seseorang selalu ranking di kelasnya tapi nilainya sering
naik-turun, maka harus waspada ya .
6. Sebaiknya ada sertifikat akademik yang dicantumkan saat pendaftaran SNMPTN.Jika
mengacu seperti SNMPTN 2013, kita dapat mengupload maksimal 3 scan
sertifikat prestasi. Sertifikat prestasi menjadi salah satu acuan
penilaian dalam SNMPTN. Sertifikat yang diupload adalah sertifikat
prestasi yang kita miliki selama 3 tahun terakhir (selama di SMA). Akan
lebih baik jika sertifikat tersebut adalah tingkat nasional atau
internasional karena jauh lebih dipertimbangkan. Kemudian, juga lebih
baik jika kita memiliki prestasi pernah menang lomba di PTN yang hendak
kita tuju. Lalu, lebih baik juga jika sertifikatnya berkaitan dengan
jurusan/prodi yang hendak dituju. Misalnya mau masuk Sastra Indonesia
UI, kalau ada sertifikat menang lomba-lomba seperti puisi, teater, dan
bidang kesastraan lainnya, kemungkinannya semakin terbuka lebar. Ada hal
unik saat SNMPTN 2013 kemarin. Tulisan ketentuan saat mengupload
sertifikat hanya bisa maksimal 3 sertifikat, namun setelah saya coba,
ternyata bisa kita upload sampai 10 sertifikat. Saya pun nekat melanggar
ketentuan dan mengupload lebih dari 3 sertifikat. Hehehe. Akhirnya,
saya menanyakan hal ini pada panitia SNMPTN di UI dan dijawab “Hanya 3
prestasi terbaik yang dipertimbangkan. Kalau bisa yang tingkatnya
nasional dan internasional karena kalau di UI yang 2 prestasi ditingkat
inilah yang lebih dijadikan acuan tambahan penilaian.”
7. Kebijakan tiap PTN berbeda termasuk perihal boleh tidaknya lintas jurusan di SNMPTN.Berdasarkan
poin e pada ketentuan umum SNMPTN yang berbunyi: “Siswa pelamar wajib
membaca ketentuan yang berlaku pada masing-masing PTN di laman PTN yang
dipilih”, dapat dipahami bahwa mekanisme seleksi SNMPTN diserahkan pada
masing-masing PTN dengan tetap memperhatikan rambu-rambu kriteria
seleksi nasional dan kriteria yang ditetapkan oleh masing-masing PTN
secara objektif, adil, dan akuntabel. Banyak yang bertanya, apakah kampus X boleh lintas jurusan di SNMTPN?.
Sebaiknya untuk menjawab pertanyaan tersebut langsung hubungi Call
Center PTN tersebut dan jangan terlalu banyak berspekulasi dan menelan
informasi-informasi yang bukan berdasarkan sumber resmi. Tahun lalu dan
juga tahun ini, PTN yang membolehkan lintas jurusan di SNMPTN salah
satunya adalah Universitas Indonesia (UI). Maksudnya lintas jurusan
disini adalah murid jurusan IPA yang ingin masuk rumpun soshum (IPS).
Murid IPS biasanya tidak bisa lintas jurusan ke rumpun saintek (IPA) di
jalur SNMPTN. Berikut screen capturepercakapan saya dengan panitia penerimaan UI:
8. Hasil UN kalau berdasarkan SNMPTN 2013 hanya dipertimbangkan lulus/tidaknya saja. Tahun ini nilai UN dipertimbangkan.Hasil
Ujian Nasional (UN) yang masuk dalam pertimbangan SNMPTN ternyata hanya
lulus/tidaknya saja, bukan nilai UN nya. Hal ini saya ketahui
berdasarkan percakapan saya dengan panitia penerimaan UI lewat email:
Memang ini dari UI, bukan dari panitia SNMPTN pusat, namun menurut saya,
kemungkinan hal ini juga berlaku di PTN-PTN lainnya. Untuk tahun 2014,
sudah saya dapatkan informasi dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum
SMAN 7 Banjarmasin, Pak Edi Haryanta, bahwa nilai UN masuk dalam
pertimbangan. Semangat !.
9. Selain nilai individu kita masing-masing, rekam jejak sekolah termasuk prestasi alumni di PTN tersebut juga dipertimbangkan.Berdasarkan
penjelasan humas UI di file materi Jalur Masuk UI 2014, memuat tulisan
“yang dilihat adalah kualitas sekolah. Jadi nilai 8 sekolah A bisa jadi 9
sementara nilai 8 sekolah B bisa jadi 7 tergantung kualitas sekolah.”.
10. SNMPTN juga memperhatikan pemerataan kesempatan belajar.Walaupun hal ini tidak diinformasikan secara gamblang oleh panitia SNMPTN, namun saya masih ingat betul ketika menonton live streaming sosialisasi
SNMPTN oleh UI ke sekolah-sekolah, Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa
Baru UI, Dr. Emil Budiyanto secara implisit menyatakan ada pemerataan
kesempatan belajar. Hal itu diucapkan ketika ada guru SMA Taruna
Nusantara yang menanyakan bahwa banyak murid-murid mereka yang berminat
masuk Kedokteran UI, namun gurunya sadar bahwa tidak mungkin semuanya
bisa masuk karena ada pemerataan kesempatan belajar, sehingga guru
tersebut hendak meminta penjelasan kepada Pak Emil mengenai pemerataan
kesempatan belajar ini agar gurunya bisa menyusun strategi untuk
murid-muridnya di SNMPTN. Pak Emil dengan tersenyum menjawab secara
garis besarnya begini “begini saja logikanya, kalau seandainya UI tidak
ada pemerataan, maka hampir bisa dipastikan yang mengisi prodi
Kedokteran Umum UI itu hanyalah anak-anak dari 2-5 sekolah saja. Namun
karena UI ini menyandang nama bangsa Indonesia, maka sudah seharusnya
semua orang termasuk yang berada di pelosok negeri untuk bisa mengenyam
pendidikan di UI. Sehingga bisa dilihat sekarang, mahasiswa UI berasal
dari seluruh wilayah di Indonesia.”. Memang ini merupakan penjelasan
dari UI, namun menurut saya, di PTN-PTN lain juga tidak akan jauh beda
menerapkan kebijakan seperti ini.
11.
Nilai yang dipertimbangkan dalam SNMPTN kemungkinan besar hanya mapel
yang di-UN-kan dan yang sesuai dengan prodi yang dipilih.Nilai
yang dimasukkan ke dalam Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) memang
semua mata pelajaran yang ada di rapor. Tapi, dari beberapa sumber yang
saya dapatkan, untuk tahun kemarin nilai yang dipertimbangkan lebih
kepada nilai 6 mata pelajaran (mapel) yang di-UN-kan saja dan mapel yang
sesuai dengan jurusan/prodi yang kita tuju. Mapel yang di-UN-kan
tersebut untuk IPA adalah B. Indonesia, Matematika, B. Inggris, Fisika,
Biologi, dan Kimia. Untuk IPS adalah B. Indonesia, Matematika, B.
Inggris, Ekonomi, Geografi, Sosiologi. Kemudian mapel yang sesuai prodi
yang hendak dituju misalnya si A memilih program studi Biologi UI, maka
nilai rapor Biologi semester 1-5 lah yang paling dipertimbangkan. Namun,
tidak menutup kemungkinan pula nilai-nilai diluar mapel yang di-UN-kan
juga dipertimbangkan. Semua tergantung kebijakan PTN masing-masing.
12. Berdoa pada Yang Maha Kuasa dan Minta Restu pada Orang Tua.Setelah
menerapkan segala strategi dan usaha, jangan lupa untuk berdoa. Saya
benar-benar merasakan manfaatnya dalam berdoa hingga bisa lulus di
Universitas Indonesia (UI). Dengan berdoa, kita bisa bersikap tawakkal
pada Allah SWT. Kemudian, ini yang sering dilupakan, minta restu dengan
orang tua. Setiap proses perjalanan kawan-kawan menuju kampus impian,
sampaikan pada orang tua, sekurang-kurangnya minta doa dengan beliau.
Terbuka saja dengan orang tua, sharing pilihan kawan-kawan di SNMPTN dengan beliau untuk kemudian mendapatkan restu dari mereka.
Tambahan tips dari http://myzone.okezone.com/content/read/2013/12/17/11801/snmptn-2014-jangan-khawatir-ini-dia-10-tips-lulus-snmptn-2014 :
1. Pilihlah Jurusan Berdasarkan Minat, Bakat, dan Kemampuanmu.Banyak
orang yang gagal dalam SNMPTN karena terlalu percaya diri. Percaya diri
sangatlah boleh, tapi harus melihat kemampuan pribadi kalian juga.
Lihat minat, bakat, dan kemampuanmu. Dengan nilai-nilaimu yang telah kau
dapat sejauh ini, kira-kira dimana kamu akan diterima dengan nilai yang
kamu capai.
Kenyataannya, saat ini banyak sekali mahasiswa yang sudah ada di universitas negeri yang malah hengkang. Hal ini yang mereka sebut sebagai “salah jurusan”. Kebanyakan dari mereka adalah orang yang terlalu memaksakan diri. Mereka sudah tahu bahwa jurusan itu tidak mereka minati, lebih lagi tidak sesuai dengan kemampuan mereka, tapi mereka masih ngotot untuk mengambil jurusan itu.
Alhasil, ketika menjalani perkuliahan, banyak sekali hal-hal yang membuat mereka tertekan dan tidak nyaman sehingga mereka lebih memilih untuk keluar dan pindah.
Maka dari itu, janganlah kamu termasuk ke dalam golongan orang yang memaksakan kehendak. Ukurlah dulu sampai dimana batas kemampuanmu. Sehingga nantinya kamu akan nyaman menjalani perkuliahan dan tidak akan hengkang.
Kenyataannya, saat ini banyak sekali mahasiswa yang sudah ada di universitas negeri yang malah hengkang. Hal ini yang mereka sebut sebagai “salah jurusan”. Kebanyakan dari mereka adalah orang yang terlalu memaksakan diri. Mereka sudah tahu bahwa jurusan itu tidak mereka minati, lebih lagi tidak sesuai dengan kemampuan mereka, tapi mereka masih ngotot untuk mengambil jurusan itu.
Alhasil, ketika menjalani perkuliahan, banyak sekali hal-hal yang membuat mereka tertekan dan tidak nyaman sehingga mereka lebih memilih untuk keluar dan pindah.
Maka dari itu, janganlah kamu termasuk ke dalam golongan orang yang memaksakan kehendak. Ukurlah dulu sampai dimana batas kemampuanmu. Sehingga nantinya kamu akan nyaman menjalani perkuliahan dan tidak akan hengkang.
2. Yang Akan Menjalani Perkuliahan Adalah Kamu, Bukan Orangtuamu.80
persen masalah yang biasa muncul di bimbingan konseling menjelang
SNMPTN adalah siswa yang galau karena orangtua mereka. Tidak selamanya
orangtua memiliki keputusan yang sama dengan sang anak.
Ketika orangtua memaksamu untuk memilih pilihan mereka, yang bukan kamu banget, janganlah takut. Kamu bisa menolaknya. Kamu punya hak atas masa depanmu. Coba jelaskan pada orang tuamu secara halus. Kamu buat mereka percaya bahwa kamu sudah cukup dewasa untuk menentukan apa yang menjadi minat, bakat, dan kemampuanmu. Ingatlah bahwa yang akan menjalani perkuliahan nanti adalah dirimu sendiri, bukan ayah atau ibumu.
Ketika orangtua memaksamu untuk memilih pilihan mereka, yang bukan kamu banget, janganlah takut. Kamu bisa menolaknya. Kamu punya hak atas masa depanmu. Coba jelaskan pada orang tuamu secara halus. Kamu buat mereka percaya bahwa kamu sudah cukup dewasa untuk menentukan apa yang menjadi minat, bakat, dan kemampuanmu. Ingatlah bahwa yang akan menjalani perkuliahan nanti adalah dirimu sendiri, bukan ayah atau ibumu.
3. Sesuaikan Pilihanmu Dengan Ekonomi Keluarga.Sebelum
memilih universitas negeri, carilah dulu perincian dana atau biaya
kuliah yang akan kamu keluarkan selama menempuh pendidikan. Lalu, kamu
sesuaikan biaya kuliahmu dengan pendapatan ayah dan ibumu. Jangan sampai
ketika sudah semester empat atau lima, kamu harus hengkang karena orang
tuamu tak sanggup lagi membiayai perkuliahanmu.
Pertanyaan-pertanyaan saya tentang SNMPTN terutama di UI pernah saya
rangkum dalam satu email yang saya ajukan lagi pada panitia penerimaan
UI ketika saya sudah mendaftarkan diri di Ilmu politik UI dan masa
pendaftaran SNMPTN 2013 telah ditutup. Berikut screen capturepercakapannya:
Itulah tips yang bisa saya berikan pada kawan-kawan, semoga
bermanfaat. Jika ada informasi tambahan tentang tips SNMPTN, maka akan
langsung saya update di artikel ini. Jangan lupa pula bagikan
informasi ini pada teman-teman yang lain agar manfaatnya semakin
tersebar. Kalau ada yang ingin ditanyakan, langsung saja tanyakan ke
bagian comment artikel ini, insyaAllah akan saya jawab sebisa mungkin.



0 komentar:
Posting Komentar